|
tapi juga tidak sampai terlihat vulgar.
Kesan cantik indah dan sopan tetap
terasa meski busana itu tampil tanpa
lengan atau berpotongan leher yang
sedikit rendah.
Namun, busana aristokrat semacam itu
tidak sampai vulgar, seperti yang
terlihat pada mode busana yang sensual
maupun seksi, meski tidak jarang gaun
elegan ini juga banyak yang pas melekat
di badan. Bahkan keindahan dari
garis-garis lekukan tubuh masih terlihat
di balik busana yang tidak terlalu
transparan.
Beda dengan busana sensual
kecenderunganya memang lebih berani dan
tampak vulgar. Begitu pun busana seksi
yang sengaja memperlihatkan
lekukan-lekukan tubuh dengan kasat mata
"Gaun elegan juga tidak berarti harus
berwarna hitam meski dalam perkembangan
mode saat ini warna gelap tersebut
sering dikatakan sebagai warna elegan,"
kata Sonny.
Refleksi Malam
Malah, sebelum abad 20 gaun malam atau
gaun pesta berwarna hitam itu sangat
tidak populer dan yang wajib dihindari
oleh kaum aristokrat Eropa. Konon pada
masa itu warna hitam merupakan refleksi
sebuah kesedihan dan kedukaan.
Kini hitam merupakan refleksi dari malam
yang indah dengan kehadiran gemerlap
bintang. "Karena itulah belakangan ini,
desainer cenderung memberikan aksen
gemerlap payet atau batu-batuan kristal
pada gaun malam berwarna hitam,"
tuturnya.
Pendeknya warna-warna solid adalah
representasi penting dari mode busana
yang elegan sebagaimana pemakainya yang
harus dapat memperlihatkan sebuah
kepribadian yang matang pula.
Merah marun, biru siladon, atau kuning
keemasan tapi tidak sampai minor, coklat
gelap dan silver lembut adalah deretan
warna yang pas untuk mode ini. Busana
elegan juga tidak kaku. Bahkan
belakangan busana formal dan busana
kerja juga banyak yang berangkat dari
inspirasi kata elegan ini.
|